Kamis, 01 Desember 2011

Persahabatan

SAHABAT BAGAI PERHIASAN


Mencari musuh memang sangat gampang, tetapi mencari teman yang baik agak susah, mencari sahabat paling susah. Kenapa sahabat paling susah di cari? Karena sahabat ini adalah bisa tempat kita untuk berbagi dan curhat. Jadi boleh dikatakan kalau sahabat ini bagaikan saudara kandung.
Sahabat yang baik adalah sahabat yang mengerti apa yang terbaik buat kita. Sahabat mau menerima kita apa adanya, saat kita tertawa, saat kita senang, saat kita menangis pun sahabat selalu menemani kita. Sahabat yang selalu menemani kita kemana-mana, entah itu ke mall, nonton, shopping, beli buku, bahkan mau membantu kita mengerjakan PR.
Beberapa tips menjaga agar hubungan persahabatan tetap awet:

- Saling Menghormati
Kalau kita ingin bersahabat dengan seseorang, jangan pernah kita melihat latar belakang orang tersebut. Jangan pernah kita melihat dia dari golongan mana, suku mana, agama apa, dll. Jadi siapapun dia dan apapun latar belakangnya kita harus menghormati dan menghargainya.


- Saling Menjaga Rahasia
Sahabat adalah merupakan tempat kita berbagi dan berkeluh kesah. Tak jarang rahasia pribadi mereka, mereka mau menceritakan sama kita. Untuk itu supaya persahabatan tetap terjaga, kita harus menjaga rahasia itu dan jangan kita sia-siakan kepercayaan sahabat itu yang sudah di berikan kepada kita.

- Jangan Mencuekin Sahabat Demi Pacar
Andai kita tau bahwa pacar tak jarang membuat jalinan persahabat putus. Sementara sahabat tidak. Untuk itu kita harus tahu bahwa pacar dan sahabat kedua-duanya penting. Jadi jangan pernah mencuekin sahabat hanya karena gara-gara pacar.

- Jangan Bermuka Dua
Manusia di dunia ini tak ada seorangpun yang sempurna. Begitu juga dengan sahabat, tak pernah lepas dari yang namanya kesalahan, lupa dan khilaf. Jadi kalau suatu saat nanti sahabat kita melakukan kesalahan baik yang di sengaja maupun tidak, jangan pernah kita membicarakan dia di belakangnya. Apapun dia masalah itu harus di selesaikan dengan baik-baik.


- Harus Peduli
Sebagai yang sahabat yang baik, kita harus peduli kepada sahabat kita. Jadi jangan sewaktu kita membutuhkan pertolongan dia ada untuk kita, sementara disaat dia butuh pertolongan kita justru tak mau peduli dan tak mau tau.


- Kesetiaan
kesetiaan adalah hal yang sangat diperlukan untuk melanggengkan persahabatan. ada disaat senang untuk memberikan semangat dan disaat susah untuk memberi kebahagiaan baru. jangan pernah kamu menjadi sosok yang egois dengan berada disampingnya ketika sahabatmu senang dan meniggalkannya ketika sahabatmu dalam masalah. tetaplah menjadi sosok yang bijaksana dan penuh dengan kesetiaan.

- Kejujuran
kejujuran haruslah selalu dijaga!!! kalo udah gak jujur waduuh bisa2 persahabatan berakhir dengan permusuhan. jujurlah pada sahabatmu meskipun terkadang kejujuran itu menyakitinya namun kamu harus yakin kalau dia lebih baik disakiti dengan kejujuran daripada dibahagiakan dengan kebohongan. jujurlah padanya! saling bercerita dan terbuka satu sama lain.

- Kepercayaan
saling menjaga kepercayaan juga hal yang gak kalah penting lho!!! sesama sahabat harus saling percaya dan menjaga kepercayaan. berusahalah percaya kepadanya meski hatimu tak bisa sepenuhnya percaya. yakini lah hatimu kalau dia adalah org yang terpercaya dan juga sosok yang amat mempercayaimu.

- Kekompakan
Kekompakan adalah hal yang membuktikan bahwa kalian adalah sahabat sejati. sahabat pasti akan terlihat kompak kapanpun dan dimanapun. kompak bukan berarti selalu membela sahabat ketika ia salah. namun mengingatkannya dan menegurnya ketika dia melakukan kesalahan dan meluruskan fikiran serta jalannya untuk melangkah ke depan. kompak juga bukan berarti bergaya yang sama satu sama lain tapi lebih bagaimana menjadi diri sendiri dan memadukan perbedaan itu menjadi sebuah kesatuan.

Semoga persahabatan klian semua bertahan selamanya amiiiin.

Cerpen Part I


“BLUMMY” STORY

Jam sudah menunjukkan pukul 06.25 WIB. Mitha segera berangkat ke sekolah.
          “Ayah, ayo berangkat ! udah mau telat nih. “ , kata Mitha sambil memasang sepatu kirinya.
          “Iya Nak.” , kata Ayahnya sambil mengambil tas kerjanya yang ada di meja ruang tamu.
          “Mama, Mitha berangkat dulu ya.” , sambil mencium tangan kanan mamanya.
          “Iya sayang hati-hati di jalan. Kalau di sekolah jangan nakal. Belajar yang baik.” , kata Mama sambil mencium kening Mitha.
Mitha pun langsung bergegas naik sepeda.

***

          Sesampai di sekolah, Mitha langsung masuk kelas. Mitha melihat teman-teman pada ngobrolin sesuatu.
          “Mitha, kamu kok barusan datang sih.” , kata Rose jam melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 06.35 WIB.
          “Hehehe. Tadi bangunnya agak kesiangan Ros.” , kataku cengar-cengir.
          “Dasar malas.” , kata Okta.
Aku nggak menghiraukan, biasalah teman-teman Mitha sukanya mengolok-olok terus.
          “Ehh, kalian pada bicara apa aja sih? Kok kayaknya serius sekali.” , kata Mitha.
          “Kamu tahu nggak, tadi malam si Fery sms aku. Dia bilang kalau dia itu sebenarnya sudah suka sama aku.” , kata Fitri kegirangan banget.
          “Hah? Kamu nggak bohong kan, Fit?”, kata Dinni terkejut.
          “Iya benar aku nggak bohong. Dan kalian tahu, dia minta aku jadi ceweknya.” , kata Fitri.
          “Terus bagaimana? Kamu jawab apa, Fit? Kamu terima dia jadi cowok kamu?” , kata Mitha penasaran.
          “Sayangnya aku nolak dia Mit. Aku nggak enak sama Putri. Secara ya dia kan mantannya Fery. Masak aku sebagai sahabatnya Putri, tega merebut Fery dari tangannya.” , kata Fitri sedikit sedih.
          “Loh, tapi kan mereka sudah jadi mantan Fit. Mengapa kamu pakai nggak enak segala. Putri kan nggak berhak lagi buat ngatur si Fery.” , kata Dinni.
          “Tapi setahuku Putri itu masih suka sama si Fery, Din. Kan aku takut kalau dia nyangka aku yang udah ngerebut Fery dari tangannya. Disini aku sebagai sahabatnya dia, aku juga harus bisa jaga perasaan, Din. Aku nggak boleh egois.” , kata Fitri.
          “Sekarang gini saja, kamu suka nggak sama Fery? Kalau kamu memang suka, kenapa nggak diterima saja, Fit.” Kata Rose.
belum sempat Fitri menjawab, Putri tiba-tiba muncul dari pintu kelas.
          “Hey Blummy, sedang apa kalian?” , kata Putri sambil meletakkan tasnya di bangku paling depan.
Mereka segera menghentikan pembicaraan yang tadi.
          “Hehe, nggak ko Put kami cuman bicara tentang band yang kemarin itu loh.” , kata Fitri gugup sambil melirikkan matanya ke Mitha, Rose, Okta, dan Dinni sebagai tanda isyarat kalau mereka tidak membicarakan Putri.
          “Iya Put, kami ngobrol tentang anak band yang kemarin.” , kata Mitha menutupi pembicaraan tadi.
          Tet..tet..teeeeeeeet……… bel masuk pun berbunyi. Mereka memulai pelajaran dan berdoa bersama di masing-masing kelas dengan dipimpin Bapak Guru dari kantor yang menggunakan pengeras suara.

***

          Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB. Mereka pun segera pulang. Seperti biasa mereka berenam selalu pulang bersama-sama. Tiba-tiba Fitri menarik tangan kanan Mitha.
          “Eh, tunggu Rik. Barusan saja aku dapat sms dari Fery. Dia bilang kalau dia ingin bicara sesuatu penting. Aku harus bagaimana Rik ? aku benar-benar nggak enak sama Putri.” , kata Fitri panik.
          “Kita minta saran dulu ke Rose, Okta, Dinni.” , kata Mitha.
Kami berdua segera menghampiri Rose, Okta, Dinni.
          “Loh, Putri mana ? Kok cuman ada kalian bertiga saja.” , kata Mitha sambil menoleh kanan kiri mencari Putri.
          Okta menyahut, “Dia sudah pulang dulu. Soalnya tadi dia ditelepon mamanya disuruh cepat pulang. Makanya dia pamit pulang duluan.”
          “Syukur deh kalau gitu. Tadi Fery sms Fitri kalau dia ingin bicara berdua sama Fitri dan sekarang dia sudah menunggu di kantin sekolah. Tapi Fitri nggak enak sama Putri. Makanya sekarang Fitri bingung harus melakukan apa. Apa kalian ada pendapat ?” , kata Mitha.
          Rose menyahut, “Temui aja nggak apa-apa”
          “Hah ? Yakin nggak kalian ?” , kata Fitri melotot.
Akhirnya mereka memutuskan untuk menemui Fery di kantin sekolah kami.
          “Mana si Fery ? Kata kamu dia disini.” , kata Dinni.
          “Iya, tapi dimana ya ?” , kata Fitri sambil menoleh kanan kiri
          “Ehh, itu dia duduk di sana.” , kata Okta sambil menunjuk ke arah tempat duduk Fery.
          “Iya itu dia, cepat kamu kesana. Nanti kalau dia nembak kamu lagi langsung terima aja nggak usah pakai ditolak segala.” , kata Rose sambil mendorong Fitri ke arah tempat duduk Fery.
Fitri pun menghampiri Fery yang sedang melamun. Mitha, Rose, Okta dan Dini melihat Fitri dari kejauhan. Entah apa yang dibicarakan mereka. Mereka enjoy sekali saat bicara berdua. Mereka juga terlihat romantis. Tapi Fitri sedikit malu sama Fery. Ya maklum dia kan pemalu anaknya.
          Setelah nunggu sekitar 15menit, Fitri pun kembali hampiri Mitha, Rose, Okta, Dinni. Dia terlihat sangat kegirangan sekali.
          “Ehh guys kalian tahu nggak, aku sudah resmi jadian sama Fery loh.” , kata Fitri kegirangan banget.
          “Hah ? Yang bener Fit ?” , kata kami serempak sambil melotot terkejut.
          “Iya beneran. Ya sudah ayo kita pulang aja.” , kata Fitri sambil menari tangan Mitha dan keluar dari kantin.
Mereka berlima pun segera pulang ke rumah.

***

          Satu minggu kemudian…
          “Hay guys, kok pada menggerutu gitu sih. Ada apa sama kalian ? Ada masalah ? Cerita donk kawan.” , kata Rose sambil meletakkan tasnya di bangkunya.
          “Ternyata Putri tahu kalau aku sudah jadian sama Fery. Aku bingung harus melakukan apa lagi, Ros ?” , kata Fitri kebingungan.
          “Hah ? Kamu yakin kalau dia tahu ?” , kata Rose terkejut.
Di tengah-tengah perbincangan mereka, Putri pun datang dan langsung menghapiri Fitri yang duduk di sebelah Dinni.
          “Ehh, maksudmu apa seperti ini ke aku ? Apa kamu ingin buat aku sakit hati ? , kata Putri sambil menggebrak meja.
          “Tunggu Put, aku nggak ada maksud apa-apa sama kamu.” , kata Fitri sedikit gugup.
          “Halaa..kamu nggak usah pakai ngeles deh. Kamu itu memang sukanya merebut pacar orang deh. Ya memang aku udah mantannya. Tapi kamu tahu kan kalau aku sayang banget sama dia. Eh, bisa nggak sih kamu lihat aku senang ?” , kata Putri dengan suara yang agak keras.
Saking jengkelnya Fitri kepada Putri, Fitri langsung menyahut.
          “Kamu nggak usah pakai ngumung gitu ya. Apa hak kamu ngatur aku ? Kamu cuman seorang sahabat nggak lebih. Kamu bukan orang tuaku yang bisa mengatur hidupku. Eh, kamu sadar diri donk kamu itu siapanya Fery ? Kamu kok beraninya mengatur hidupnya dia.” , sahut Fitri jengkel.
          “Kamu jangan mentang-mentang sudah jadian sama Fery kamu bisa kayak gini sama aku. Kamu kira aku takut sama kamu ?” , kata Putri.
          “Put, dengerin kami dulu. Kami tahu kalau kamu mantan si Fery. Kami tahu kok kalau kamu masih sayang sama dia. Kami tahu kalau kamu masih suka sama dia. Tapi kamu juga harus bisa ngerti kalo kamu udah nggak berhak sama hidupnya Fery. Biarin aja dia mau jadian sama cewek mana aja. Itu urusan dia Put.” , kata Mitha bijak.
          “Kalian semua mau apa ? Kalian membela dia ?” , kata Putri sambil menunjuk Fitri.
Suasana pun semakin panas. Semua anak yang ada di kelas ikut tegang. Dan akhirnya, Teet..teet..teeeeeeet.. Suara bel pun berbunyi. Mereka menghentikan pembicaraan dan mereka mulai belajar.
          “Udah-udah kita pelajaran dulu. Nanti dibicarakan baik-baik lagi.” , kata Dinni dengan suaranya yang lembut.

***

          Bel istirahat pun berbunyi. Mitha dan Rose pergi ke kantin. Nggak seperti biasa kami pergi berenam. Kali ini kami hanya pergi ke kantin berdua saja.
          “Mit, kamu tadi ingat kata-kata aneh yang diucapkan Fitri nggak ?” , tanya Rose.
          “Emmm..apaan memangnya, Ros ?” , tanyaku penasaran.
          “Aku ngerasa ada yang aneh sama Fitri. Sepertinya dia berubah semenjak sama Fery. Kamu merasa ada yang aneh nggak sama dia ?” , kata Rose.
          “Iya sih, aku juga ada perasaan kayak gitu. Aku merasa dia itu sekarang sok pefect. Kayak dia itu yang paling cantik di sekolah. Mentang-mentang sekarang dia udah jadi pacarnya seorang anak band terkenal di sekolah kita.” , kata Mitha.
          “Iya, aku juga merasa gara-gara itu dia berubah. Tapi ya sudahlah biarin saja.” , kata Rose.
Mereka berdua pun melanjutkan ke kantin.

***

          Karena sekarang adalah hari sabtu, bel pulang berbunyi tepat pukul 10.30 WIB. mereka pun pulang. Tapi, tidak seperti biasanya kali ini mereka hanya pulang berempat. Putri pulang sama temannya yang lain dan Fitri pulang sama Fery. mereka merasa akhir-akhir ini Fitri berubah. Tapi, mereka selalu berfikir positif aja kepada Fitri dan Putri.
          “Ehh, nanti malam ke rumahku ya. Seperti biasa mamaku akan masak yang enak buat kalian.” , kata Okta.
          “Oke nanti malam kita ke rumahmu, Ta.” , kata Rose.
          “Aku juga, Ta.” , kata Mitha serempak dengan Dinni.
          “Aku tunggu kalian di rumah. Nanti Fitri sama Putri biar aku yang sms.” , kata Okta.
          “Ya sudah , sampai nanti malam ya, Ta.” , kata Dinni sambil melambaikan tangan kanannya.
Mereka  pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing.


***

          Malamnya…
Tilut..tilut..handphone Mitha berbunyi. Segera dibukanya, ternyata sms dari Okta.

Mith, tadi aku udah sms Putri sama Fitri. Dia bilang
kalau dia nggak bisa datang. Fitri bilang kalau dia ada acara
sendiri sama Fery. Terus kalau Putri, dia bilang males ketemu
sama kita.

Mitha pun membalas sms Okta.

Ya sudalah biarin saja. Nanti di rumahmu kita bicarakan
masalah Putri sama Fitri.

Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB. Mitha segera ke rumah Okta.

***

          “Hey guys, kalian sudah pada di sini. Aku telat ya. Maaf ya kawan.” , kata Mitha  sambil melepas helm yang dipakainya.
          “Nggak apa-apa Mit.” , kata Okta.
          “Bagaimana ini sama masalah Fitri dan Putri ? Mereka sudah semakin nggak akur saja. Tadi Fitri sms aku, dia bilang kalau Putri mengolok-olok Fitri terus lewat sms. Bagaimana caranya kalau kita akurin mereka lagi. Persahabatan kita, Blummy semakin pecah. Masak gara-gara seorang cowok saja persahabatan kita jadi hancur kayak gini. Kita harus bisa mempertahankan Blummy. Kita harus bisa bijaksana menghadapi masalah ini. Aku nggak mau persahabatan kita jadi pecah.” , kata Dinni.
          “Iya Din, Blummy nggak boleh hancur kayak gini. Aku sudah terlanjur sayang sama kalian semua. Aku sudah nyaman banget sama kalian semua. Aku nggak mau pisah sama kalian.” , kata Mitha sedikit sedih.
          “Tapi bagaimana caranya ? Mereka udah sangat benci satu sama lain.” , kata Okta sedikit putus asa.
          “Bagaimana pun caranya, kita harus berusaha buat akur mereka lagi. Kita semua pasti bisa kalau kita berjuang bersama. Kita coba semua cara.” , kata Rose menghibur kita.
          “Bagaimana kalau kita kumpulkan mereka berdua disini ? Nanti kita ngobrol masalah ini baik-baik.” , Tanya Mitha.
          “Oke aku setuju. Tapi, kita bilang ke Putri kalau disini nggak ada Fitri. Biar dia mau datang kesini.” , sahut Okta.
          “Ya sudah kalau begitu cepat kamu sms Fitri sama Putri.” , kata Rose.
Okta pun segera sms Fitri dan Putri.

Guys, kamu bisa datang ke rumahku sekarang nggak ?
Aku mau bicara penting sama kalian. Please datang ya
teman. Aku tunggu di rumahku sekarang.

Setelah sekitar 10 menit, Fitri pun datang sama si Fery.
          “Guys, kalian mau bicara penting apa sama aku ?” , kata Fitri sambil turun dari sepeda si Fery.
          “Kita mau bicara penting sama kamu tentang masalahmu sama Putri. Kita harus selesaikan semuanya. Kita nggak mau persahabatan kita hancur.” , kata Okta.
          “Hah ? Kenapa sama persahabatan kita ? Baik-baik saja kan ? Nggak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kita sahabatan tanpa Putri kan juga bisa.” , kata Fitri cuek.
Putri pun datang dan kemudian dia langsung menhampiri kami.
          “Kenapa kamu ikutan disini ?” , kata Putri sambil menunjuk Fitri.
          “Suka-sukaku donk. Apa hak kamu mengatur aku ?” , sahut Fitri.
          “Udah-udah. Kalian apa-apaan sih. Kalian sadar nggak sih kalau persahabatan kita ini udah hancur. Coba kalian ingat-ingat dulu kita kemana saja bersama terus. Tapi sekarang sejak ada masalah ini kita nggak pernah kayak dulu lagi.” , kata Mitha sedikit ngotot.
          “Sekarang gini saja, mumpung disini ada kalian bertiga kita selesaiin masalah ini baik-baik.” , kata Rose sambil menunjuk Fitri, Putri dan Fery.
          “Fer, sebenarnya kamu sayang nggak sama Fitri ?” , kata Dinni.
          “Aku sayang banget sama Fitri. Aku cinta sama dia, Din.” , kata Fery.
          “Put, kamu denger sendiri kan apa yang udah diomongin sama Fery. Kalau memang kamu masih sayang sama Fery, kamu pasti senang lihat Fery bahagia sama ceweknya. Apalagi ceweknya adalah sahabatmu sendiri. Kamu ikhlaskan saja kalau kamu sayang sama Fery. Disini kita nggak ada maksud buad membela Fitri. Kita nggak membela siapa-siapa kok.” , kata Rose.
          “Putri, Fitri, coba kalian pikir secara dewasa. Masak persahabatan kita hancur cuman gara-gara satu cowok ? Mana kekompakkan kita yang dulu ? Kekompakkan kita yang paling terkenal di sekolah. Mana Blummy yang dulu keluar bareng, makan bareng, lihat film bareng, belajar bareng, ketawa bareng, sampai menangis pun kita juga selalu bersama.” , kata Mitha.
          “Iya Put, kita tahu kalau kamu masih sayang sama Fery. Kita juga tahu gimana perasaanmu. Kita juga tahu gimana di posisi kamu. Tapi tolong kamu bisa bersikap dewasa Put.” , kata Okta.
Sementara itu, Putri dan Fitri terdiam menyesali apa yang udah mereka lakukan pada persahabatan mereka.
          “Guys, maafkan aku. Aku mengaku aku yang salah. Aku nggak bisa bersikap dewasa. Aku cuman bisa egois. Aku juga nggak memikirkan kalian. Maaf guys, aku udah buat persahabatan kita jadi kayak gini. Fit, kamu mau maafin aku kan ? Aku rela kalau kamu pacaran sama Fery.” , kata Putri menyesal.
          “Iya Put nggak apa-apa. Aku juga salah. Aku cuman mikirin perasaanku aja. Aku juga uda ngerebut Fery dari kamu. Blummy maafin aku juga ya. Aku udah buat Blummy hancur kayak gini.” , kata Fitri sambil meneteskan air matanya.
          “Nggak Fit, kamu nggak ngerebut Fery dari aku kok. Fery masa laluku, aku nggak berhak ngatur hidupnya Fery. Aku senang lihat kalian berdua bisa pacaran.” , kata Putri sambil memeluk Fitri.
          “Begitu donk kawan. Itu baru yang namanya Blummy. Blummy yang selalu bersama. Blummy yang saling mengerti. Dan Blummy yang paling kompak.” , sahutku.
          “Terima kasih guys, kalian udah satuin kita berdua lagi. Kalian memang hebat.” , kata Fitri sambil memeluk kami semua.
          “Iya sama-sama. Ini semua berkat kekompakkan kita.” , sahut Okta.
          “Aku kangen kalian semua. Kangen Blummy.” , kata Dinni sambil berpelukan.
Akhirnya Blummy pun bersatu kembali. Blummy yang dulu tumbuh lagi. Dari masalah itu, kami bisa mengerti apa arti persahabatan bagi kami semua.

Pacar yang Posesif


APAKAH PACAR KAMU SESEORANG YANG POSESIF ?
Saat kitaa menjalani suatu hubungan yaa katakanlah pacaran. Kalo kita punya pacar yang posesif pada awal melakukan hubungan memang bagi kita sangat menyenangkan. Mengapa demikian? Karena kita merasa dia benar-benar perhatian sama kita dan mencintai kita seolah-olah dia tidak mau ada orang lain yang berhubungan deengan pacar kita. Bagi seseorang terutama pada kalangan para remaja, mereka beranggapan bahwa pacar akan selalu berusaha menunjukkan perhatian yang besar terhadap kita.
Ehh tapi jangan salah, kalo lama-lama si pacar bersikap posesif maka hubungan kita akan semakin tidak menyenangkan bahkan cenderung akan mengganggu kehidupan kita. Dengan sikap yang posesif, segala pengekangannya akan selalu membuat kamu seperti berada dalam penjara cinta.
Dan yang paling parah apalagi si posesif menerapkan aturan-aturan yang membuat kita serba salah bahkan merasa terganggu dan jenuh. Nggak boleh ini, nggak boleh it, harus begini, harus begitu. Belum lagi kalo dia nething . pasti bawaan kita bete’, badmood.
Lantas apa yang menyebabkan pacar kita besikap posesif ?
Ada banyak hal yang membuat orang jadi bersikap posesif. Misalnya aja pernah mengalami pengalaman tak menyenangkan seperti dibohongi, atau pengalaman buruk lainnya. Tentunya dengan alasan nggak pengen dikhianati lagi untuk yang kesekian kalinya. Hingga melupakan kalo orang lain juga butuh kebebasan, privasi, serta punya kehidupan sendiri yang tak bisa dikendalikan orang lain dengan seenaknya.
Selain dipicu rasa trauma, sikap posesif juga bisa muncul karena rasa sayang yang berlebihan pada pasangannya. Atau bisa juga karena dia merasa ‘tidak aman’ terhadap hubungan yang lagi terjalin, nggak pede dengan dirinya sendiri, curiga berlebihan dan banyak lagi. Sebut saja, karena pacarnya kembang sekolah atau orang ditaksir banyak orang, bintang sekolah atau sosok yang memang benar-benar disukai banyak orang. Rasa takut bakal kehilangan pacar itulah yang kerap membuat orang jadi bersikap posesif.
Selain rasa sayang yang berlebihan, sikap posesif ternyata bisa juga lho jadi cara seseorang menutupi kesalahannya. Misalnya aja, takut ketauan karena selingkuh, seseorang jadi berusaha menampilkan sesuatu yang beda sama pacarnya. Berusaha menunjukkan kasih sayang agar tak ketauan salah hingga akhirnya berujung pada sikap posesif.
Menghadapi pacar yang posesif memang nggak mudah. Soalnya, kebanyakan orang posesif akan selalu berusaha menunjukkan ‘kekuasaan’ lewat hal-hal yang kadang terasa nggak masuk akal. Tak hanya penuh larangan, tapi juga ancaman hingga perlakuan kasar lewat tamparan, tendangan, makian, atau hal-hal lain yang sifatnya kekerasan. Sebagai manusia normal, setiap orang pastinya nggak mau dong hidup di bawah kendali orang lain. Tapi, rasa sayang terhadap pasangan kerap membuat orang lebih suka mengalah walau sering mengalami perlakuan nggak enak.
Ujung-ujungnya, seseorang lebih memilih untuk berbohong saat pengen melakukan sesuatu. Alasannya sih beragam, karena nggak pengen membuat pacar marah, malas ribut atau alasan lain. Beberapa tips menghadapi pacar yang posesif :
Bicara terus terang dan membuka komunikasi dengan pacar
Bagi orang yang posesif, menerima kebohongan dari orang yang disayangi justru akan memicu ledakan kemarahan. Biasanya sih, orang yang posesif akan semakin marah saat tahu dibohongi oleh orang yang disayanginya. Dan akibatnya, akan semakin buruk. Bisa semakin menjadi posesif, atau bahkan semakin mengekang pacarnya agar tak terjadi kebohongan lagi.
Jadi, daripada nekat berbohong yang berpeluang ketauan, lebih baik bicara terus terang dan membuka komunikasi dengan pacar kalo memang ada kepentingan. Lewat komunikasi yang baik, pacar pasti mau memahami keinginan kamu.
Akhiri Aja Kalo Hubungan Udah Nggak Sehat
Selama dampak dari sikap posesif masih dalam tahap yang bisa ditoleransi, pastinya tak ada masalah. Tapi, kalo dampaknya udah menyakiti kita atau menyakiti dirinya sendiri akan jauh lebih baik kalo segera diakhiri.
Hubungan yang tujuan awalnya pengen membangun kasih sayang tapi kalo justru menjadi ajang saling menyakiti kenapa juga harus dipertahankan?
Memang sih, bukan hal mudah mengakhiri hubungan dengan orang posesif. Karena, akan ada banyak intimidasi baik secara fisik, verbal maupun secara psikis. Tapi, kalo kita nggak pengen menghabiskan hidup dalam ‘penjara’ cinta, memutuskan hubungan akan menjadi jalan yang bisa dipertimbangkan.
Memang sangat dibutuhkan ketegasan saat mengambil keputusan sebelum mengakhiri sebuah hubungan. Karena, bisa saja si posesif melakukan tindakan nekat yang kadang memunculkan kembali rasa ragu dalam mengambil keputusan seperti ancaman bunuh diri, menyakiti leher, nggak mau sekolah, dll. Sehingga, sebelum keputusan putus diambil, tak ada salahnya meminta bantuan pada orang yang terbuka dan kita percaya. Setidaknya, ada orang lain yang memahami persoalan yang sedang kamu hadapi. Misalnya aja sahabat atau orang yang dekat ama kamu.
Lalu gimana dong kalo pacar nggak mau putus dan justru berjanji akan berubah?
Kalo kita masih sayang dan yakin bisa bertahan, nggak ada salahnya juga memberikan kesempatan kedua pada pacar untuk berubah. Tapi, kalo kesempatan itu tak dimanfaatkan dengan baik, semuanya kembali pada kita apakah sanggup menjalani hubungan tak sehat tersebut. Tak ada salahnya juga lho mengajak pacar untuk meminta bantuan psikolog. Karena sebenarnya, bukan orang lain aja yang nggak nyaman tapi orang yang posesif pun sebenarnya tak bisa hidup tenang dan penuh dengan perasaan curiga.