APAKAH PACAR KAMU SESEORANG YANG POSESIF ?
Saat kitaa menjalani suatu hubungan yaa katakanlah pacaran. Kalo kita punya pacar yang posesif pada awal melakukan hubungan memang bagi kita sangat menyenangkan. Mengapa demikian? Karena kita merasa dia benar-benar perhatian sama kita dan mencintai kita seolah-olah dia tidak mau ada orang lain yang berhubungan deengan pacar kita. Bagi seseorang terutama pada kalangan para remaja, mereka beranggapan bahwa pacar akan selalu berusaha menunjukkan perhatian yang besar terhadap kita.
Ehh tapi jangan salah, kalo lama-lama si pacar bersikap posesif maka hubungan kita akan semakin tidak menyenangkan bahkan cenderung akan mengganggu kehidupan kita. Dengan sikap yang posesif, segala pengekangannya akan selalu membuat kamu seperti berada dalam penjara cinta.
Dan yang paling parah apalagi si posesif menerapkan aturan-aturan yang membuat kita serba salah bahkan merasa terganggu dan jenuh. Nggak boleh ini, nggak boleh it, harus begini, harus begitu. Belum lagi kalo dia nething . pasti bawaan kita bete’, badmood.
Lantas apa yang menyebabkan pacar kita besikap posesif ?
Ada banyak hal yang membuat orang jadi bersikap posesif. Misalnya aja pernah mengalami pengalaman tak menyenangkan seperti dibohongi, atau pengalaman buruk lainnya. Tentunya dengan alasan nggak pengen dikhianati lagi untuk yang kesekian kalinya. Hingga melupakan kalo orang lain juga butuh kebebasan, privasi, serta punya kehidupan sendiri yang tak bisa dikendalikan orang lain dengan seenaknya.
Selain dipicu rasa trauma, sikap posesif juga bisa muncul karena rasa sayang yang berlebihan pada pasangannya. Atau bisa juga karena dia merasa ‘tidak aman’ terhadap hubungan yang lagi terjalin, nggak pede dengan dirinya sendiri, curiga berlebihan dan banyak lagi. Sebut saja, karena pacarnya kembang sekolah atau orang ditaksir banyak orang, bintang sekolah atau sosok yang memang benar-benar disukai banyak orang. Rasa takut bakal kehilangan pacar itulah yang kerap membuat orang jadi bersikap posesif.
Selain rasa sayang yang berlebihan, sikap posesif ternyata bisa juga lho jadi cara seseorang menutupi kesalahannya. Misalnya aja, takut ketauan karena selingkuh, seseorang jadi berusaha menampilkan sesuatu yang beda sama pacarnya. Berusaha menunjukkan kasih sayang agar tak ketauan salah hingga akhirnya berujung pada sikap posesif.
Menghadapi pacar yang posesif memang nggak mudah. Soalnya, kebanyakan orang posesif akan selalu berusaha menunjukkan ‘kekuasaan’ lewat hal-hal yang kadang terasa nggak masuk akal. Tak hanya penuh larangan, tapi juga ancaman hingga perlakuan kasar lewat tamparan, tendangan, makian, atau hal-hal lain yang sifatnya kekerasan. Sebagai manusia normal, setiap orang pastinya nggak mau dong hidup di bawah kendali orang lain. Tapi, rasa sayang terhadap pasangan kerap membuat orang lebih suka mengalah walau sering mengalami perlakuan nggak enak.
Ujung-ujungnya, seseorang lebih memilih untuk berbohong saat pengen melakukan sesuatu. Alasannya sih beragam, karena nggak pengen membuat pacar marah, malas ribut atau alasan lain. Beberapa tips menghadapi pacar yang posesif :
Bicara terus terang dan membuka komunikasi dengan pacar
Bagi orang yang posesif, menerima kebohongan dari orang yang disayangi justru akan memicu ledakan kemarahan. Biasanya sih, orang yang posesif akan semakin marah saat tahu dibohongi oleh orang yang disayanginya. Dan akibatnya, akan semakin buruk. Bisa semakin menjadi posesif, atau bahkan semakin mengekang pacarnya agar tak terjadi kebohongan lagi.
Jadi, daripada nekat berbohong yang berpeluang ketauan, lebih baik bicara terus terang dan membuka komunikasi dengan pacar kalo memang ada kepentingan. Lewat komunikasi yang baik, pacar pasti mau memahami keinginan kamu.
Akhiri Aja Kalo Hubungan Udah Nggak Sehat
Selama dampak dari sikap posesif masih dalam tahap yang bisa ditoleransi, pastinya tak ada masalah. Tapi, kalo dampaknya udah menyakiti kita atau menyakiti dirinya sendiri akan jauh lebih baik kalo segera diakhiri.
Hubungan yang tujuan awalnya pengen membangun kasih sayang tapi kalo justru menjadi ajang saling menyakiti kenapa juga harus dipertahankan?
Memang sih, bukan hal mudah mengakhiri hubungan dengan orang posesif. Karena, akan ada banyak intimidasi baik secara fisik, verbal maupun secara psikis. Tapi, kalo kita nggak pengen menghabiskan hidup dalam ‘penjara’ cinta, memutuskan hubungan akan menjadi jalan yang bisa dipertimbangkan.
Memang sih, bukan hal mudah mengakhiri hubungan dengan orang posesif. Karena, akan ada banyak intimidasi baik secara fisik, verbal maupun secara psikis. Tapi, kalo kita nggak pengen menghabiskan hidup dalam ‘penjara’ cinta, memutuskan hubungan akan menjadi jalan yang bisa dipertimbangkan.
Memang sangat dibutuhkan ketegasan saat mengambil keputusan sebelum mengakhiri sebuah hubungan. Karena, bisa saja si posesif melakukan tindakan nekat yang kadang memunculkan kembali rasa ragu dalam mengambil keputusan seperti ancaman bunuh diri, menyakiti leher, nggak mau sekolah, dll. Sehingga, sebelum keputusan putus diambil, tak ada salahnya meminta bantuan pada orang yang terbuka dan kita percaya. Setidaknya, ada orang lain yang memahami persoalan yang sedang kamu hadapi. Misalnya aja sahabat atau orang yang dekat ama kamu.
Lalu gimana dong kalo pacar nggak mau putus dan justru berjanji akan berubah?
Kalo kita masih sayang dan yakin bisa bertahan, nggak ada salahnya juga memberikan kesempatan kedua pada pacar untuk berubah. Tapi, kalo kesempatan itu tak dimanfaatkan dengan baik, semuanya kembali pada kita apakah sanggup menjalani hubungan tak sehat tersebut. Tak ada salahnya juga lho mengajak pacar untuk meminta bantuan psikolog. Karena sebenarnya, bukan orang lain aja yang nggak nyaman tapi orang yang posesif pun sebenarnya tak bisa hidup tenang dan penuh dengan perasaan curiga.
Kalo kita masih sayang dan yakin bisa bertahan, nggak ada salahnya juga memberikan kesempatan kedua pada pacar untuk berubah. Tapi, kalo kesempatan itu tak dimanfaatkan dengan baik, semuanya kembali pada kita apakah sanggup menjalani hubungan tak sehat tersebut. Tak ada salahnya juga lho mengajak pacar untuk meminta bantuan psikolog. Karena sebenarnya, bukan orang lain aja yang nggak nyaman tapi orang yang posesif pun sebenarnya tak bisa hidup tenang dan penuh dengan perasaan curiga.
Nice job....
BalasHapusmakasi pak :)
BalasHapus